Tradisi Negara : Hari Pahlawan

Sumber Gambar : https://bit.ly/2K6k1CQ

Tepat setiap tanggal 10 November, Indonesia tidak pernah absen untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Hari yang menjadi saksi bagi seluruh rakyat Indonesia tentang perjuangan tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan untuk melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang tiada hentinya mengusik kedaulatan bangsa Indonesia. Peristiwa heroik yang terjadi di Surabaya 1945 ini merupakan pertempuran senjata terdahsyat dalam catatan sejarah bangsa Indonesia.
Peringatan hari pahlawan ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial semata, melainkan yang paling penting adalah makna yang tersirat didalamnya. Sebagai warga bangsa yang taat dan sadar akan kebutuhan patriotisme, tentu hal-hal yang berkaitan dengan nasionalisme harus senantiasa mengakar pada jiwa setiap insan. Kesadaran untuk mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme tersebut harus tercipta nyata dalam bentuk kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Beragam cara yang dilakukan untuk meramaikan hari pahlawan terekam jelas dalam bingkai masyarakat dengan ciri khasnya masing-masing. Berkenaan dengan ini, Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 101/HUK/2019 tentang Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Kabniet Kerja I) pada tanggal 20 Agustus 2019, di Jakarta, perayaan hari pahlawan tahun ini mengangkat tema “Aku Pahlawan Masa Kini”. Harapan terselenggaranya perayaan ini adalah untuk membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk tergerak hatinya dalam berjuang pada era digital melalui profesi masing-masing.
Berkaca pada realita yang ada, menjadi pahlawan masa kini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan terbesar bangsa ini bukanlah melawan dan mengusir penjajah, melainkan melawan bangsa (saudara) sendiri, seperti yang pernah diungkapkan oleh presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sudah barangkali tidak bisa dibedakan mana yang kawan mana yang lawan. Berangkat dari semangat membara untuk bersama memperbaiki bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dimata dunia, akan mengantarkan kepada kontribusi yang nyata adanya, jiwa patriotisme harus senantiasa mengakar dalam sanubari setiap insan manusia. Mari buka mata buka hati, jika tidak kita pemuda Indonesia yang melestari, lalu siapa lagi?

Tentang Penulis :
Akrab disapa Dea, dengan nama lengkap yang cukup panjang Dea Riski Khiarotunnisa. Mahasiswi semester 5 program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta. Sedang ambyar dan pengen ngajak diskusi tentang apapun lewat beberapa sosmednya, bisa hubungi @dea_khia. (Doakan saja, kelak ada namaku di buku yang kamu baca, tapi bukan Dea sebagai nama tokoh lho yaa).

Related posts

Leave a Comment