Lonceng Tua dan Pemiliknya

Dering telepon berbunyi di dalam saku. Hisba segera mengangkatnya. Terdengar kabar yang menyedihkan, kakeknya meninggal dunia. Satu meja tongkrongan kaget mendengarnya. Dia kemudian pamit kepada teman-temannya untuk pulang ke rumah. Namun salah satu teman menahannya. “Jangan pulang sendirian, His. Biarkan aku mengantarmu.” “Tidak usah, kalian disini saja. Kan lebih baik berkumpul dari pada meninggalkan tongkrongan.”“Aku sebagai temanmu harus terus bersamamu baik dalam keadaan suka maupun duka. Karena kumpul-kumpul seperti ini memang jarang terjadi, namun menemani itu yang terpenting.” Kemudian mereka berdua menuju motor yang ada di parkiran. Teman-temannya yang lain…

Read More