Sebatas Rasa

Oleh: Nirmana Kau mengusik hati yang sepi. Mengumbar janji sehidup semati. Seperti menyesap secangkir kopi, ada ribuan rasa pahit di balik segala sikap manis yang kau beri. Tapi, apa? Kau hancurkan cinta yang telah kurajut sepenuh jiwa. Semua yang tampak indah, kau anggap biasa. Hadirkan kecewa setelah bahagia. Remukkan atma yang dirundung duka. Tentang Penulis Siswi kelas X SMK Perkebunan MM 52, Asli Gunung Kidul, Yogyakarta. Kerap dipanggil dengan Shinta yang mempunyai nama pena Nirmana. Saat ini aktif sebagai penulis puisi. Dan sudah menerbitkan buku dengan anak-anak pelosok negeri, berjudul…

Read More

Aku Butuh Kehangatan!

Oleh: Cak Inalll Kedinginan malam menusuk tulang Rangkap baju tidak kuasa tertahan Menusuk paksa tubuhku yang kering kerontang Aku butuh kehangatan! Kucari tempat kedamaian Tanpa gangguan bising kebencian Cukup aku dan dinginnya malam Aku butuh Kehangatan! Kupesan secangkir kopi Menikmati perangai cantiknya negeri Sembari memeluk kehangatan sepi Aku butuh kehangatan! Sumber: link

Read More

Lonceng Tua dan Pemiliknya

Dering telepon berbunyi di dalam saku. Hisba segera mengangkatnya. Terdengar kabar yang menyedihkan, kakeknya meninggal dunia. Satu meja tongkrongan kaget mendengarnya. Dia kemudian pamit kepada teman-temannya untuk pulang ke rumah. Namun salah satu teman menahannya. “Jangan pulang sendirian, His. Biarkan aku mengantarmu.” “Tidak usah, kalian disini saja. Kan lebih baik berkumpul dari pada meninggalkan tongkrongan.”“Aku sebagai temanmu harus terus bersamamu baik dalam keadaan suka maupun duka. Karena kumpul-kumpul seperti ini memang jarang terjadi, namun menemani itu yang terpenting.” Kemudian mereka berdua menuju motor yang ada di parkiran. Teman-temannya yang lain…

Read More

Sudut Haru

oleh: Zobex Sudut haru berujung pilu Suasana riang penempas ragu Di balik dinding Di bawah cahaya pijar Kanda tersipu malu Setiap sudut berargumen Setiap celah berteriak Dan pada setiap detik saling bertemu Rusuh terasa diambang syahdu Teriak bahagia saling beradu Sehingga melahirkan suasana keliru Pendengar berfungsi nyaman Bahwa suasana tidak dalam  keadaan damai Masuk menusuk, tembus merobek Bahkan terpental tanpa mengetuk izin Semuanya spontan Tapi kanda nikmati Damai hari ini adalah suasana saat ini Semesta  sedang berfihak kali ini -Terima Kasih Tuhan- Sumber: link Tentang Penulis : Ridwan Firdaus atau akrab…

Read More

Teman dan Harga Teman

Oleh: Iqbal Fahreza Suatu ketika saya mendapat sebuah permintaan dari salah satu teman saya untuk dibuatkan gambar-gambar. Dia sedang dalam masa pengerjaan tugas akhir kuliahnya. Dalam pengerjaan tugas akhirnya, dia membutuhkan storyboard (sketsa kasar yang biasanya menjadi kerangka kira-kira bagaimana cerita akan dibuat, biasanya digunakan ketika akan membuat komik atau film). Sedangkan dia tidak bisa menggambar untuk membuat storyboard. Kemudian dia menghubungi teman saya, yang juga teman saya, untuk dimintai tolong dibuatkan gambar-gambar untuk storyboard pelengkap tugas akhirnya. Namun teman saya yang dia mintai tolong menolak dan menyarankan untuk meminta…

Read More

Kalau Kita Bisa Membaca Kenapa Tidak Menulis

Foto latihan jurnalistik ikamaru jogja

Berbicara mengenai menulis tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan istilah membaca. Buku sebagai objek membaca merupakan jendela dunia dan membaca adalah salah satu proses terpenting dalam menulis. Namun benar adanya, karena jendela hanya bisa dibuka ketika kita mempunyai kuncinya, dan menulis dapat kita kuasai jika kita sudah memiliki kuncinya yaitu membaca. Kegiatan membaca berbanding lurus dengan seberapa hebat kemampuanmu dalam menulis. Semakin kamu menaklukan jumlah bacaan bukumu maka disitulah seberapa luas wawasan dan khazanah pengetahuanmu, sehingga jika ia memiliki cukup refrensi untuk menulis maka tidak akan kehabisan ide kreatif dalam…

Read More

Tradisi Negara : Hari Pahlawan

Sumber Gambar : https://bit.ly/2K6k1CQ Tepat setiap tanggal 10 November, Indonesia tidak pernah absen untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Hari yang menjadi saksi bagi seluruh rakyat Indonesia tentang perjuangan tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan untuk melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang tiada hentinya mengusik kedaulatan bangsa Indonesia. Peristiwa heroik yang terjadi di Surabaya 1945 ini merupakan pertempuran senjata terdahsyat dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Peringatan hari pahlawan ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial semata, melainkan yang paling penting adalah makna yang tersirat didalamnya. Sebagai warga bangsa yang taat dan sadar…

Read More

BELIK (1)

  oleh: Hanis Akroh F. Pagi ini aku bertamu ke rumah Mbah Taya, dan bisa dibilang hampir setiap hari aku selalu datang kerumahnya, bagiku rumahnya sudah seperti rumah keduaku. Bagaimana tidak, lha wong  kalau lapar tinggal kedapur saja, bila tidak ada makanan ya bisa langsung masak, lauknya metik sendiri, ngambil hasil kebun dari pekarangan rumahnya. mau kopi tinggal bikin. Tapi aku juga tahu diri, tidak serta merta aku menjadi penjajah jor-joran di sini. Kadang aku juga sering membawa beras, kopi, gula atau semacamnya untuk Si Mbah,  Ya walaupun akhirnya aku…

Read More

PELAKOR

Sumber Gambar : Link Krekk…! Suara pintu kamarku terbuka. Terlihat langkah kecil dengan gontai masuk kamar. Wajahnya pucat. Tubuhnya lesu. Rasa ibaku menyayat-nyayat hati. Seketika gairah hidupku mati. Salah satu matahariku siang ini sinarnya pudar.“What happen? Kenapa kakak wajahnya gitu?” tanyaku.“Aku tadi kan ke rumah papa,” kata Sella sambil menahan air matanya biar tidak jatuh.“La iya, terus kenapa?” tanyaku penasaran.“Papa memilih Sulastri Ma!” sambil menahan air matanya.Peggg…! Dadaku kayak ditampek. Sakit sekali. Ada sesuatu menggumpal rasanya di dada. Jahanam Sulastri bocah sekecil ini harus diberitahu masalah orang tuanya.“Kan, udah dari dulu…

Read More

Humanisme dan Realitas

Ada apa dengan semesta,Duduk bersandar berpangku pada nasib Ada apa dengan semesta,Beranjak jingkrak, lunglai pada masaAda apa dengan semesta, Berpandang kosong, menafikan segala legalitas kebutuhanAda apa dengan semesta,Sebagian meng-iya dengan bangga, kosong melompong dalam realitaAda apa dengan semesta,Sisi lain memilih bungkam tanpa aksara, tindak pasti terlampau jadi bukti B pada A ber-euforia pada peng-iya-anSedang realita tak nampak dalam iyanyaC pada A sekedar lekukSedang euforia tak ada nampak adanya,Tanpa wara-wara dalam tindak serta iya-nya Lantas,Bagaimana semesta berlakuSedang realita tak nampak damai dengan humanitas BIOGRAFI PENULIS Ayyu Saniya Putri atau akrab dipanggil…

Read More