Sebatas Rasa

Oleh: Nirmana Kau mengusik hati yang sepi. Mengumbar janji sehidup semati. Seperti menyesap secangkir kopi, ada ribuan rasa pahit di balik segala sikap manis yang kau beri. Tapi, apa? Kau hancurkan cinta yang telah kurajut sepenuh jiwa. Semua yang tampak indah, kau anggap biasa. Hadirkan kecewa setelah bahagia. Remukkan atma yang dirundung duka. Tentang Penulis Siswi kelas X SMK Perkebunan MM 52, Asli Gunung Kidul, Yogyakarta. Kerap dipanggil dengan Shinta yang mempunyai nama pena Nirmana. Saat ini aktif sebagai penulis puisi. Dan sudah menerbitkan buku dengan anak-anak pelosok negeri, berjudul…

Read More

Lonceng Tua dan Pemiliknya

Dering telepon berbunyi di dalam saku. Hisba segera mengangkatnya. Terdengar kabar yang menyedihkan, kakeknya meninggal dunia. Satu meja tongkrongan kaget mendengarnya. Dia kemudian pamit kepada teman-temannya untuk pulang ke rumah. Namun salah satu teman menahannya. “Jangan pulang sendirian, His. Biarkan aku mengantarmu.” “Tidak usah, kalian disini saja. Kan lebih baik berkumpul dari pada meninggalkan tongkrongan.”“Aku sebagai temanmu harus terus bersamamu baik dalam keadaan suka maupun duka. Karena kumpul-kumpul seperti ini memang jarang terjadi, namun menemani itu yang terpenting.” Kemudian mereka berdua menuju motor yang ada di parkiran. Teman-temannya yang lain…

Read More

Sudut Haru

oleh: Zobex Sudut haru berujung pilu Suasana riang penempas ragu Di balik dinding Di bawah cahaya pijar Kanda tersipu malu Setiap sudut berargumen Setiap celah berteriak Dan pada setiap detik saling bertemu Rusuh terasa diambang syahdu Teriak bahagia saling beradu Sehingga melahirkan suasana keliru Pendengar berfungsi nyaman Bahwa suasana tidak dalam  keadaan damai Masuk menusuk, tembus merobek Bahkan terpental tanpa mengetuk izin Semuanya spontan Tapi kanda nikmati Damai hari ini adalah suasana saat ini Semesta  sedang berfihak kali ini -Terima Kasih Tuhan- Sumber: link Tentang Penulis : Ridwan Firdaus atau akrab…

Read More

Kalau Kita Bisa Membaca Kenapa Tidak Menulis

Foto latihan jurnalistik ikamaru jogja

Berbicara mengenai menulis tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan istilah membaca. Buku sebagai objek membaca merupakan jendela dunia dan membaca adalah salah satu proses terpenting dalam menulis. Namun benar adanya, karena jendela hanya bisa dibuka ketika kita mempunyai kuncinya, dan menulis dapat kita kuasai jika kita sudah memiliki kuncinya yaitu membaca. Kegiatan membaca berbanding lurus dengan seberapa hebat kemampuanmu dalam menulis. Semakin kamu menaklukan jumlah bacaan bukumu maka disitulah seberapa luas wawasan dan khazanah pengetahuanmu, sehingga jika ia memiliki cukup refrensi untuk menulis maka tidak akan kehabisan ide kreatif dalam…

Read More