Sebatas Rasa

Oleh: Nirmana Kau mengusik hati yang sepi. Mengumbar janji sehidup semati. Seperti menyesap secangkir kopi, ada ribuan rasa pahit di balik segala sikap manis yang kau beri. Tapi, apa? Kau hancurkan cinta yang telah kurajut sepenuh jiwa. Semua yang tampak indah, kau anggap biasa. Hadirkan kecewa setelah bahagia. Remukkan atma yang dirundung duka. Tentang Penulis Siswi kelas X SMK Perkebunan MM 52, Asli Gunung Kidul, Yogyakarta. Kerap dipanggil dengan Shinta yang mempunyai nama pena Nirmana. Saat ini aktif sebagai penulis puisi. Dan sudah menerbitkan buku dengan anak-anak pelosok negeri, berjudul…

Read More

Aku Butuh Kehangatan!

Oleh: Cak Inalll Kedinginan malam menusuk tulang Rangkap baju tidak kuasa tertahan Menusuk paksa tubuhku yang kering kerontang Aku butuh kehangatan! Kucari tempat kedamaian Tanpa gangguan bising kebencian Cukup aku dan dinginnya malam Aku butuh Kehangatan! Kupesan secangkir kopi Menikmati perangai cantiknya negeri Sembari memeluk kehangatan sepi Aku butuh kehangatan! Sumber: link

Read More

Teman dan Harga Teman

Oleh: Iqbal Fahreza Suatu ketika saya mendapat sebuah permintaan dari salah satu teman saya untuk dibuatkan gambar-gambar. Dia sedang dalam masa pengerjaan tugas akhir kuliahnya. Dalam pengerjaan tugas akhirnya, dia membutuhkan storyboard (sketsa kasar yang biasanya menjadi kerangka kira-kira bagaimana cerita akan dibuat, biasanya digunakan ketika akan membuat komik atau film). Sedangkan dia tidak bisa menggambar untuk membuat storyboard. Kemudian dia menghubungi teman saya, yang juga teman saya, untuk dimintai tolong dibuatkan gambar-gambar untuk storyboard pelengkap tugas akhirnya. Namun teman saya yang dia mintai tolong menolak dan menyarankan untuk meminta…

Read More

Kalau Kita Bisa Membaca Kenapa Tidak Menulis

Foto latihan jurnalistik ikamaru jogja

Berbicara mengenai menulis tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan istilah membaca. Buku sebagai objek membaca merupakan jendela dunia dan membaca adalah salah satu proses terpenting dalam menulis. Namun benar adanya, karena jendela hanya bisa dibuka ketika kita mempunyai kuncinya, dan menulis dapat kita kuasai jika kita sudah memiliki kuncinya yaitu membaca. Kegiatan membaca berbanding lurus dengan seberapa hebat kemampuanmu dalam menulis. Semakin kamu menaklukan jumlah bacaan bukumu maka disitulah seberapa luas wawasan dan khazanah pengetahuanmu, sehingga jika ia memiliki cukup refrensi untuk menulis maka tidak akan kehabisan ide kreatif dalam…

Read More

Tradisi Negara : Hari Pahlawan

Sumber Gambar : https://bit.ly/2K6k1CQ Tepat setiap tanggal 10 November, Indonesia tidak pernah absen untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Hari yang menjadi saksi bagi seluruh rakyat Indonesia tentang perjuangan tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan untuk melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang tiada hentinya mengusik kedaulatan bangsa Indonesia. Peristiwa heroik yang terjadi di Surabaya 1945 ini merupakan pertempuran senjata terdahsyat dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Peringatan hari pahlawan ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial semata, melainkan yang paling penting adalah makna yang tersirat didalamnya. Sebagai warga bangsa yang taat dan sadar…

Read More

Hari Sumpah Pemuda, “Merayakan hari (lupanya) sumpah pemuda”

Setiap tanggal 28 oktober, seluruh rakyat Indonesia memperingati sebuah sejarah semangat para pemuda dalam memperjuangkan bangsa. Yang sering kita kenal dengan sebutan sumpah pemuda. Sejarah telah mencatat bahwa anak muda bangsa ini pernah menyatukan tekad dan tujuan untuk berjuang bersama dalam menggapai “kemerdekaan”. Satu kata yang sangat simple, melepas rantai yang mengekang bangsa ini. 91 tahun lamanya sejarah itu termakan oleh zaman, sejak berkumandangnya sumpah para pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Akankah semangat dan pengorbanan mereka hanya menghasilkan sebuah kesia-siaan untuk anak bangsa sekarang, karena lamanya masa yang terlewati.…

Read More

PELAKOR

Sumber Gambar : Link Krekk…! Suara pintu kamarku terbuka. Terlihat langkah kecil dengan gontai masuk kamar. Wajahnya pucat. Tubuhnya lesu. Rasa ibaku menyayat-nyayat hati. Seketika gairah hidupku mati. Salah satu matahariku siang ini sinarnya pudar.“What happen? Kenapa kakak wajahnya gitu?” tanyaku.“Aku tadi kan ke rumah papa,” kata Sella sambil menahan air matanya biar tidak jatuh.“La iya, terus kenapa?” tanyaku penasaran.“Papa memilih Sulastri Ma!” sambil menahan air matanya.Peggg…! Dadaku kayak ditampek. Sakit sekali. Ada sesuatu menggumpal rasanya di dada. Jahanam Sulastri bocah sekecil ini harus diberitahu masalah orang tuanya.“Kan, udah dari dulu…

Read More

Humanisme dan Realitas

Ada apa dengan semesta,Duduk bersandar berpangku pada nasib Ada apa dengan semesta,Beranjak jingkrak, lunglai pada masaAda apa dengan semesta, Berpandang kosong, menafikan segala legalitas kebutuhanAda apa dengan semesta,Sebagian meng-iya dengan bangga, kosong melompong dalam realitaAda apa dengan semesta,Sisi lain memilih bungkam tanpa aksara, tindak pasti terlampau jadi bukti B pada A ber-euforia pada peng-iya-anSedang realita tak nampak dalam iyanyaC pada A sekedar lekukSedang euforia tak ada nampak adanya,Tanpa wara-wara dalam tindak serta iya-nya Lantas,Bagaimana semesta berlakuSedang realita tak nampak damai dengan humanitas BIOGRAFI PENULIS Ayyu Saniya Putri atau akrab dipanggil…

Read More

Sekilas SHIKAMARU

Jika medengar kata SHIKAMARU mungkin kita langsung terbayang tokoh protagonis yang ada di serial anime NARUTO. Tapi dugaan kalian meleset kawan, SHIKAMARU di sini adalah sebuah singkatan dari “Shinau Bareng Kakak Ikamaru”. Bimbel yang sudah berjalan 3 angkatan ini mempunyai tujuan untuk membantu adek-adek lulusan MA/SMA untuk melewati ujian UTBK dengan mudah. Dengan fasilitas Tempat penginapan yang bernuansa santri, modul pembelajaran, tentor-tentor yang ahli dibidangnya serta fasilitas-fasilitas lain yang masih banyak lagi, sangat memungkinkan untuk peserta SHIKAMARU dapat belajar dengan efektif nan nyaman. Program yang dibentuk oleh IKAMARU YOGYAKARTA ini…

Read More

Kamu

    Oleh: Zahrotul Izaah   Ku menungguTak taukah kau ku tungguKau pergi tanpa permisiKau hilang tanpa kabarKau berubah tanpa pemberitahuanAku bisa apa?Haruskah aku mengejarmu?Maaf…Aku tak dapat melakukan ituDisini ku hanya bisa memandangi rinai hujan yang turunBukan hanya membawa kenanganNamun juga membawa semilir angin rinduRindu akan kehadiranmu yang membuatku tersenyum Rindu akan keberadaanmu yang membuatku tertawaRindu akan kedatanganmu yang membuatku bahagiaOh sinyalku… Biografi Penulis Zahrotul Izzah, yang akrab disapa Izzah, lahir di Pati, 21 Juli 2000. Sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Program…

Read More