New Year, New Me – Selamat Tahun Baru 2020

Malam baru, malam yang tidak hanya dihiasi oleh kembang api, namun juga tiupan terompet yang mengingatkan ku dengan sebuah parodi di sosial media.

Someone : “terompet adalah budaya yahudi!!, STOPP bunyikan terompet,

Isrofil : “he, Pie-pie buos.. baleni neh ah, muni opo mau ? GAGE-GAGE BALENI !!

Someone : “hehe mboten-mboten sapurane …mung guyonan ngunu mawon nesu :v

Isrofil : “eh, jaluk aku ceksound saiki po?

Someone : “hehe ampun-ampun mboten usah

Itu hanya sebuah parodi ya teman-teman. Ah iya siapa yang tak tau malam itu, malam yang ditunggu-tunggu untuk mengukir moment bersama saudara, bersama teman, bersama sahabat, bahkan pacar juga bila punya :v.

Tahun baru selalu diidentik dengan pengharapan dan do’a-do’a yang demua orang pasti berharap akan terkabulkan. Tradisi akhir tahun, di dunia sangat bervariasi mulai dari menghidupkan kembang api besar-besaran di pusat kota, melakukan istighosah bersama di aula, menikati bakar-bakaran di tepi pantai atau pun gunung, bahkan hanya berbaring di ranjang yang ditemani dengan kopi instimewa di malam tahun baru. Lucu memang membacanya, namun perlu diketahui juga bahwa pada malam itu kurang dianjurkan dalam islam, karena adanya perbedaan yang signifikan pada sisi positif dengan negatifnya, eits tapi jangan memungkinkan kita untuk berfikir sempit yah.. 

Jadi, islam tidak memperbolehkannya kebiasaan malaam ini adalah karena hari raya dalam islam atau hari berfoya-foya ummat islam hanya ada dua pada hari raya yaitu idul fitri dan idul adha,dan bahkan pada malam tahun baru islam, masyarakat muslim dianjurkan untuk do’a akhir tahun dan awal tahun, yang kebanyakan orang mengatakan bahwa do’a itu adalah do’a tola’ bala’ (penangkal kejelekan), dimana do’a tersebut bertujuan agar ditahun yang baru ini akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan mengajarkan kita bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk mengirup udara yang segar ditahun baru tersebut.

Namun hal ini tak menutup kemungkinan untuk anak-anak zaman milineal yang memiliki cara berfikir kreatif.  Maka jika kita bisa menggantinya, kita akan menyebut malam itu adalah selametan tahun baru yang di rayakan di tepi pantai :v begitu kita-kira, eits maksudnya di sini bukan mempermainnkan agama ataupun mengikutcampurkan agama loh ya…

Jadi, ketika kita tidak dianjurkan untuk merayakan tahun baru karena, banyak sekali mahdorot dibandingakan dengan manfaatnya, kita bisa melakukannya dengan mengisi acara keagamaan toh, islam itu agama yang fleksibel bukan, bisa di padukan dengan budaya-budaya baru ataupun kebiasaan-kebiasaaan baru yang tentunya dengan tanda kutip tidak masalah akidah. 

Buat kita semua manusia yang masih menghirup udara di akhir tahun 2019 ini, selamat buat kalian, kalian hebat, sehingga kalian masih bisa menghirup udara sampai detik ini, dan semoga di tahun yang baru ini selalu ada perubahan yang positif, yang tentunya semakin menebalkan keiman serta ketaqwaan kita dan juga memudahkan kta menuju jalan-jalan kesuksesan. Selamat tahun baru dan selamat lahir kembali kepada setiap insan yang lebih baik😊.

Penulis

Seorang mahasiswi yang barusaja menetas dari penjara suci. Saat ini sedang melanjutkan langkahnya di kampus kecil dekat dengan lereng merapi yang bercita-cita bisa menjadi pengusaha yang sukses melalui media komunikasi. Hobinya banyak salah satunya menulis quots di instagram dan membaca sesuatu yang menarik. Boleh disapa kiya, dan boleh juga mengunjungi akun aktifnya @nskiyaa_.

Related posts

Leave a Comment