Menjadi Islam yang Peduli Krisis Kemanusiaan

Sumber gambar: https://bit.ly/2Hsw8d6

 

Dunia saat ini sedang menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak 1945 –Stephen O’Brien, dewan yang membidangi kemanusiaan PBB.
Melihat pernyataan yang demikian sudah menjadi gambaran cukup jelas bahwa dunia saat ini masih berada pada titik krisis kemanusiaan. Berbagai negara di dunia mengalami berbagai isu kemanusiaan yang tak luput mendatangkan krisis kemanusiaan, baik dalam hal perdamaian, kemerdekaan, kesehatan, dan kelaparan. Diantaranya yang paling krusial adalah masalah kelaparan di era yang serba digital, serba maju masih ada orang di luar sana yang hanya mencari makan untuk menegakkan rusukpun kesulitan, sungguh ironi yang tak banyak orang lain tahu. Dewan keamanan PBB menyatakan ada empat negara yang paling tinggi tingkat kelaparannya, yaitu diantaranya Yaman, Somalia, Sudan, dan Nigeria.
Sebenarnya disetiap negara dimungkinkan banyak kasus serupa tetapi angka tertinggi berada di tangan negara-negara tadi, sebagai contoh negara Yaman, terdapat anak yang berumur empat tahun tetapi ukuran tubuhnya tak lebih besar dari pada bayi dikarenakan kelaparan sang ibu tak bisa apa-apa tidak ada bahan makanan yang dapat dimakan. Tak hanya itu, terdapat data bahwa setiap 10 menit ada seseorang yang meninggal, bahkan 19 juta jiwa butuh bantuan akibat perang pemberontakan Houthi dan pemerintah sokongan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Negara yang kedua yaitu Somalia, sebuah negara yang berada di benua Afrika. Terdapat 260.000 orang meninggal dikarenakan bencana kelaparan. Awal maret tahun 2017 terdapat 110 orang sekarat dalam tempo dua menit, dan yang lebih mencengangkan terdapat 6,2 juta jiwa meninggal dikarenakan kekurangan air akibat fenomena el nino.
Negara yang ketiga yaitu Sudan, juga merupakan negara yang terdapat di benua Afrika. Pada tahun 2017 diperkirakan terdapat 100.000 jiwa menghadapi kelaparandan 1 juta orang mengalami bencana kelaparan. Ditambah kasus di negara Nigeria, PBB menyatakan pada Desember 2017 terdapat 75.000 anak berisiko mati kelaparan, 7,1 juta jiwa kawasan danau Chad sangat tidak aman di bidang pangan.
Melihat kasus-kasus di atas kita sebagai manusia yang masih menikmati makan setiapa hari, bahkan terkadang mebuangnya dengan sia-sia patut untuk bersyukur, di luar sana tak sedikit masih ada yang belum berkesempatan seperti yang kita rasakan sekarang ini. Tak hanya di negara-negara tadi di Indonesia juga terdapat beberapa daerah yang kekurangan pangan, diakarenakan korban bencana, ataupun kurangnya pemerataan yang ada. Padahal pada pancasila termaktub bahwa kemanusiaan yanga adil dan beradab, dimana kemanusiaan dipercaya untuk menjadi elemen penting dasar negara, begitu urgenya rasa kemanusiaan. Namun dewasa ini, tak sedikit kasus yang membuat miris karena krisis kemausiaan.
Sudah menjadi tugas semua elemen mengenai kemanusiaan, tak terkecuali islam, agama yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan, memberantas ketidakadilan, dan memperjuangkan kebenaran. Perkembangan da’wah Islamiyah yang demikian pesat itu semua bagian dari dakwah islam, yang menjadi tugas agama islam. Sedemikian pesatnya agama islam pada dasarnya ditunjang oleh esensi ajaran Islam yang berkaitan dengan konsep kemanusiaan yang Islami atau ‘humanisme religius’. Yang telah lama diketahui agama islam tak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Allah tetapi juga memerhatikan hubungan manusia dengan manusia.
Sebelum dibangkitkannya agama Islam yang dibawa Nabi besar Muhammad s.a.w., umat manusia di dunia dilanda permusuhan dan kebencian antar suatu bangsa dengan bangsa lainnya, permusuhan antar ras, suku dan golongan. Kelompok yang satu memusuhi kelompok yang lain, perbudakan terjadi diberbagai bagian dunia, ras diskriminasi, pembagian manusia dengan kasta-kasta, dari kasta yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Dalam kehancuran yang meresahkan itu, Islam datang dengan konsep ajarannya mengenai persamaan hak, kemanusiaan yang luhur, tidak ada perbedaan antara suatu bangsa dengan bangsa lainya, antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya, kecuali dengan taqwa yang dimilikinya(NU.com).
Menilik pernyataan tadi bahwa agama islam adalah agama yang mendukung adanya kemanusiaan, dengan cara saling menolong membantu, menghormati, dan beberapa hal yang menjadi sifat yang telah dicontohkan oleh Rosululullah yang patut dijadikan teladan. Yang lebih menyayat hati, saat Rasul yang menjadi rahmat bagi alam semesta itu menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan yang amat mengharukan dan berkesan sampai kelubuk hati.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلاَ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلاَلِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلاَ لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى. رواه أحمد والبيهقي والهيثمي

“Wahai manusia, ingatlah, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu, dan nenek moyangmu juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa lain. Tidak ada kelebihan bangsa lain terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah terhadap orang yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan orang yang berkulit hitam terhadap yang berkulit merah, kecuali dengan taqwanya..” (HR. Ahmad, al-Baihaqi, dan al-Haitsami).
Pidato perpisahan yang amat singkat itu membuat para sahabat Nabi terharu, sehingga pakaian ihram mereka yang putih bersih itu bersimbah air mata, menandakan pesan itu amat berkesan dan sangat berpengaruh terhadap prilaku mereka. Misi perdamaian dan persamaan hak inilah yang kemudian dikembangkan dan diperjuangkan para sahabat, sehingga menjadi umat yang besar dan berwibawa yang selalu dikagumi oleh semua bangsa di dunia(NU.com)
Konsep kemanusiaan dalam Islam begitu luhur, semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kita semua adalah bersaudara, tidak ada perbedaan antara yang satu dengan lainnya, kecuali dengan iman dan taqwanya. Firman Allah s.w.t. :

 

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ.. الحجرات

“Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang pria dan seorang wanita dan kami menjadikan kamu berbagai bangsa dan suku, agar kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu di sisi Allah ialah orang yang saling bertaqwa”. (Q.S. al-Hujarat, 49:13).
Telah jelas bahwa agama islam adalah agama kemanusiaan, yang begitu indah dirasa, elok dipandang, dan menghentak jika diperjuangkan. Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua mengedepankan kemanusiaan, menyisingkan ego, menuju islam yang rahmatallilalamin.

BIOGRAFI PENULIS

Nama saya Ibnu Batuta ladallah. Saya asli Kudus, Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk mengembara berpetualang di persinggahan sementara yakni Yogyakarta. Semoga disetiap persinggahan, saya diberi kesempatan untuk selalu menulis, karena dengan menulis saya bisa berpetualang lagi dan lagi mengelilingi dunia.

Related posts

Leave a Comment