Kalau Kita Bisa Membaca Kenapa Tidak Menulis

Foto latihan jurnalistik ikamaru jogja

Berbicara mengenai menulis tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan istilah membaca. Buku sebagai objek membaca merupakan jendela dunia dan membaca adalah salah satu proses terpenting dalam menulis. Namun benar adanya, karena jendela hanya bisa dibuka ketika kita mempunyai kuncinya, dan menulis dapat kita kuasai jika kita sudah memiliki kuncinya yaitu membaca.


Kegiatan membaca berbanding lurus dengan seberapa hebat kemampuanmu dalam menulis. Semakin kamu menaklukan jumlah bacaan bukumu maka disitulah seberapa luas wawasan dan khazanah pengetahuanmu, sehingga jika ia memiliki cukup refrensi untuk menulis maka tidak akan kehabisan ide kreatif dalam menulis.


Pembaca bukan berarti harus menjadi penulis, namun untuk menjadi seorang penulis harus memiliki pengalaman luas dalam menyelami dunia kepenulisan. Jika kita ingin membuat suatu karya ilmiah semisal essay maka hal yang pertama kali harus diperhatikan adalah membaca karya orang lain sebagai refrensi kita dalam pembuatan kaya tersebut. Bisa dibilang bahwa seseorang akan mengalami suatu kesulitan jika menulis diluar apa yang ia miliki,


Dengan begitu seseorang, mau tidak mau harus menjadikan mebaca suatu kebutuhan bukan sekedar kewajiaban. Karena membaca adalah budaya kita bukan mereka. Dan perintah membaca telah ada sejak islam datang yang terdapat dalam surah Al-alaq ayat 1-5 dengan ungkapan iqro’ (bacalah). jika selama ini kita mengeluh mengenai buntunya pikiran kita ditengah-tengah paragraf, penyebab pertama yang melatar belakangi itu semua adalah kurangnya refrensi bacaan yang kita gunakan, karena minat baca yang rendah.


Tetapi terkadang kita masih belum mengetahui apa arti menulis yang sebenarnya. Menurut Nurjamal dalam Sumirat Darwis (2011:69) menulis adalah suatu ketrampilan berbahasa dan merupakan kemampuan seseorang didalam mengemukakan sebuah gagasan perasaan, dan juga pemikiran-pemikiran yang dimilikinya kepada seseorang ataupun pihak lain dengan menggunakan sebuah media tulisan. karena dengan menulis kita dapat menuangkan gagasan kreatifitas kita dalam bentuk tulisan.

Mengenai penulisan terdapat beberapa kiat-kiat dalam meraih suatu tulisan yang baik dan benar secara teknis dan substansialnya:

  • Pemilihan topik

Memilih topik atau pokok bahasan merupakan sesuatu yang penting dan substansial untuk diperhatikan. dan pemilihan topik harus memperhatikan kaidah, kebenaran isi, dan juga kajian apa yang akan ditulis nantinya

  • Mengidentifikasi pembaca

Tentu saja hal yang paling krusial setelah pemilihan topik adalah menentukan siapa target yang akan dituju (pembaca), agar dalam pembuatan karya ilmiah nanti kamu dapat bisa tepat dalam menentukan sasaran pembaca.

  • Memberi dan memperkaya pengetahuan pembaca

Dalam suatu tulisan yang baik, penulis harus menggali sumber dan refrensi yang jelas serta berbobot sehingga sipembaca mampu mendapatkan pengetahuan dari apa yang kita tulis.

  • Ditulis secara padat dan jelas.

Padat disini adalah memuat berbagai iformasi penting dan menarik, sedangakan jelas adalah suatu tulisan yang mudah dipahami susunan kalimatnya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar

  • Memiliki rujukan yang konteks

Dalam suatu tulisan harus memiliki sumber yang jelas dan sumber rujukan tersebut harus dapat dibuktikan secara ilmih. Sehingga sipembaca tidak ragu apabila mengambil suatu gagasan dalam karya kita

  • Memiliki suatu hal yang berbeda dalam penulisan karya

Seorang penulis harus memiliki ciri khas yang dapat membedakan antara karyanya dengan tulisan orang lain. Karena dengan adanya ciri tersebut akan memiliki kesan positif dari pembaca.

Setelah mengetahui manfaat dan fungsi dari membaca. mengapa kita harus menulis? pertanyaan tersebut kiranya perlu dibahas agar menumbukan minat dalam menulis. Ada beberapa prespektif jawaban mengenai pertanaan tersebut :

  • Dengan menulis kita bisa mengabdiakan apa yang kita peroleh, karena tulisan akan selamanya abadi, jadi dapat diingat selalu dan dinikmati semua pembaca dari masa kemasa
  • Dengan menulis, kita akan abadi
  • Tidak ada alasan untuk berkarya, karena dengan berkarya nama kita akan terus dikenang selamaya, begitu juga dengan menulis
  • Suatu pemikiran atau ide kreatif perlu ditulis, karena dalam ingatan manusia memiliki batasan. Oleh karena itu suatu ide pemikiran perlu ditulis
  • Kita dapat memediakan apa yang kita rasakan. Setidaknya ketika menulis kita akan dapat membiasakan untuk membaca

Pertanyaan tersebut memang sederhana. Namun jika kita melihat lebih lanjut mengenai pernyataan diatas, terdapat banyak sekali sudut pandang jawaban yang beragam. Oleh karena itu menulis adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dengan membaca ibarat ilmu dan adab. Ilmu tanpa adab bagaikan seorang yang berjalan pincang dan adab tanpa ilmu bagaikan orang buta yang sedang berjalan dan tak tahu arah jalan mana yang harus ia tempuh, karena dengan menulis kau akan menciptakan duniamu sendiri, dengan kata lain, “dengan menulis dunia akan dapat kita kuasai” karena menulis adalah senjata paling ampuh yang bisa kita gunaka untuk mengubah dunia.

Related posts

One Thought to “Kalau Kita Bisa Membaca Kenapa Tidak Menulis”

  1. Keep on working, great job!

Leave a Comment