Teman dan Harga Teman

Oleh: Iqbal Fahreza Suatu ketika saya mendapat sebuah permintaan dari salah satu teman saya untuk dibuatkan gambar-gambar. Dia sedang dalam masa pengerjaan tugas akhir kuliahnya. Dalam pengerjaan tugas akhirnya, dia membutuhkan storyboard (sketsa kasar yang biasanya menjadi kerangka kira-kira bagaimana cerita akan dibuat, biasanya digunakan ketika akan membuat komik atau film). Sedangkan dia tidak bisa menggambar untuk membuat storyboard. Kemudian dia menghubungi teman saya, yang juga teman saya, untuk dimintai tolong dibuatkan gambar-gambar untuk storyboard pelengkap tugas akhirnya. Namun teman saya yang dia mintai tolong menolak dan menyarankan untuk meminta…

Read More

UCAPAN PERAYAAN HARI NATAL: PERSPEKTIF JALAN TENGAH

Tradisi perayaan natal bagi umat Kristiani sudah menjadi sebuah tradisi di seluruh negara yang penduduknya terdapat penganut agama kristen. Tak terkecuali  di negeri yang katanya seluruh rakyatnya dituntut untuk hidup makmur menjalin kerukunan di tengah-tengah keberagaman budaya, adat, suku, ras dan agama, itulah Indonesia. Ragam bentuk perayaan hari natal membuat para agama-agama non Kristen ikut andil dalam memberikan ucapan sebagai bentuk toleransi dan penghormatan mereka terhadap saudara-saudara satu tanah air atas hari raya agama umat Kristen ini. Walaupun hanya sekedar pengucapan dan tidak sampai pada andil dalam perayaannya, situasi ini…

Read More

Bucin

Sumber Gambar : http://bit.ly/2KFIHmj #part 1 Assalamu’alaikum temen-temen…. Selamat pagi/siang/sore/malam buat kamu. Iya kamu, kamu yang selalu aku tunggu namun tak ada kesempatan untuk bertemu. Passwordnya apa mas/mbak? Nyaman tog ora nganti jadian. Pokoknya yang harus diingat itu, ora bakal ilang tresnoku nggo kowe. Krik krik krik… Kali ini edisi BUCIN #part1 akan membahas tentang, apa sih bucin itu? Definisi bucin yang tepat itu yang seperti apa? Dan bagaimana kok bisa dijuluki dengan bucin? Langsung aja yuk simak di bawah! Menurut pendapat orang-orang yang sebenarnya jauh lebih bucin daripada penulis,…

Read More

BELIK (1)

  oleh: Hanis Akroh F. Pagi ini aku bertamu ke rumah Mbah Taya, dan bisa dibilang hampir setiap hari aku selalu datang kerumahnya, bagiku rumahnya sudah seperti rumah keduaku. Bagaimana tidak, lha wong  kalau lapar tinggal kedapur saja, bila tidak ada makanan ya bisa langsung masak, lauknya metik sendiri, ngambil hasil kebun dari pekarangan rumahnya. mau kopi tinggal bikin. Tapi aku juga tahu diri, tidak serta merta aku menjadi penjajah jor-joran di sini. Kadang aku juga sering membawa beras, kopi, gula atau semacamnya untuk Si Mbah,  Ya walaupun akhirnya aku…

Read More

PELAKOR

Sumber Gambar : Link Krekk…! Suara pintu kamarku terbuka. Terlihat langkah kecil dengan gontai masuk kamar. Wajahnya pucat. Tubuhnya lesu. Rasa ibaku menyayat-nyayat hati. Seketika gairah hidupku mati. Salah satu matahariku siang ini sinarnya pudar.“What happen? Kenapa kakak wajahnya gitu?” tanyaku.“Aku tadi kan ke rumah papa,” kata Sella sambil menahan air matanya biar tidak jatuh.“La iya, terus kenapa?” tanyaku penasaran.“Papa memilih Sulastri Ma!” sambil menahan air matanya.Peggg…! Dadaku kayak ditampek. Sakit sekali. Ada sesuatu menggumpal rasanya di dada. Jahanam Sulastri bocah sekecil ini harus diberitahu masalah orang tuanya.“Kan, udah dari dulu…

Read More

Ketika Kota Romantisku Berduka

Sumber Gambar : http://bit.ly/2NEYZzJ Kota romantisku berduka. Matahari sudah lama bersembunyi dibalik awan-awan pekat yang mewarnai langit kelabu. Aku sudah hampir dua jam duduk sendiri di atas sebuah motor yang kemungkinan milik salah satu pegawai pom bensin di sini. Sayangnya, ponselku sumber konektivitasku sedang dalam keadaan kritis hampir mati terbunuh oleh sumber daya nya sendiri. Jadilah diriku nelangsa lebih.Air yang menerjang bumi memang sudah tidak seganas tadi. Tapi tetap saja, memikirkan kado dari ayahku-sebuah komputer portabel-membuatku gamang menyeberang. Langkahku jadi menggantung di bibir tangga terakhir sebelum mencapai aspal. Beberapa menit…

Read More

Lebaran dan Ledakan Petasan

Nggak terasa bulan puasa akan segera berakhir. Padahal baru kemaren kan Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1440 Hijriyah. Eh, Sekarang lebaran sudah di depan mata. Alhamdulillah puasa masih aman, gak kayak bulan kemaren. Banyak ajakan teman. Suka khilaf kalo liat yang manis-manis, kayak kamu (es buah, es campur, es oyen) dan es –ayank.
Sudah saatnya kita menyandarkan kepala, beserta tugas-tugasnya. Yang biasanya sering kita liat “glibat-glibet” ditempat foto kopi, dengan alasan kebutuhan akademik. Hal tersebut mungkin tidak berlaku, saat Lebaran tiba nanti. pasalnya Lebaran adalah penantian berharga bagi warga Indonesia yang merayakanya. Apalagi, bagi para jomblo-jomblokers yang fakir akan kasih sayang. Lebaran di jadikan momok untuk bertemu dengan kawan lama dengan tagar #gantistatus. Kenapa? Karena pilpres sudah usai. Hikhik. Bagaimana dengan yang masih jombloh? Yah itu mah derita lo! Sekarang ganti eranya Bucin. Budak cinta yang kelebihan micin. Katanya sih gitu. Tapi yang terpenting Lebaran adalah sebagai ajang silaturahmi bersama keluarga, kawan-kawan, tetangga dan mantan. Hah? gak salah tuh?! Mantan jadi tetangga mungkin. Ya aja kali, musuh-an kok terus. Mbok yo sekali-kali ketemu, ngapa. Silaturahmi? Ora!! pamer pacar baru . hiyahiyahiya.
Bukan hanya Lebaran saja yang dinanti. Tapi momen-momennya itu lo gengs! Yang bikin baper dan rindu. Banyak pertemuan tak terduga sedang menanti. Cuman ketemu sih gak papa. Tapi ada embel-embelnya, pernyataan dan pertanyaan. Yang kita bingung mau jawab apa. Seperti ” Sekarang udah gede ya, Kuliah dimana, Semester berapa, Sudah sampai mana sekripsinya, ”, hingga pertanyaan “Kapan nikah”. Hiiii serem!! Mendengarnya tuh rasanya seperti telinga yang di ledakin petasan. Duuarrr!!! Terasa menggema dan menari-nari asyik dalam gendang telinga. Untung pas Idul Fitri, jadi gak terasa pedasnya. Bagaimana sudah siap kah anda? Persiapkan dari sekarang

Read More

Jomblo Revolusioner

Terdengar asing bukan ungkapan tersebut ? Iya, bisa jadi. Namun, beda halnya dengan para makhluk hidup yang mengatasnamakan sosial sebagai alasan menghindarkan diri dari segala bentuk celotehan receh makhluk lain di sekitarnya. Jomblo bisa saja di definisikan sebagai seorang individu yang memilih jalan hidupnya sendiri dalam menjalani setiap hiruk piruknya aktivitas kehidupan. Entah karena apa alasan yang jelas, saya tidak berani mengungkapkannya disini hehe. Berbicara tentang revolusioner, siapapun orang akan sejenak berfikir sebelum akhirnya menemukan makna yang tepat dalam pendefinisiannya. Jika ditinjau dari segi bahasa formalitas KBBI, revolusioner memiliki hakikat…

Read More