BELIK (1)

  oleh: Hanis Akroh F. Pagi ini aku bertamu ke rumah Mbah Taya, dan bisa dibilang hampir setiap hari aku selalu datang kerumahnya, bagiku rumahnya sudah seperti rumah keduaku. Bagaimana tidak, lha wong  kalau lapar tinggal kedapur saja, bila tidak ada makanan ya bisa langsung masak, lauknya metik sendiri, ngambil hasil kebun dari pekarangan rumahnya. mau kopi tinggal bikin. Tapi aku juga tahu diri, tidak serta merta aku menjadi penjajah jor-joran di sini. Kadang aku juga sering membawa beras, kopi, gula atau semacamnya untuk Si Mbah,  Ya walaupun akhirnya aku…

Read More