17 AGUSTUS

Sumber Gambar : https://bit.ly/2Mj1bvd

17 Agustus?
Tepat hari ini, 74 tahun lamanya bangsa ini berdiri sendiri, berjuang untuk lepas dan bebas dari belenggu kolonialisme juga imperialisme setelah sekian abad. Bangsa yang tumbuh dan dibangun karena cinta, cinta dari para pejuang yang darahnya harum karena rela mati demi pembebasan tanah kelahiran. Kali ini, penulis tidak akan membahas tentang perjuangan bangsa ini untuk merdeka, karena tentunya perjalanan ini tak pernah lepas dari sejarah. Sejarah lah yang mengajarkan kita makna kehidupan di masa kini untuk mengerti ke mana arah perjalanan bangsa ini di masa mendatang. Biarlah masing-masing dari kita memaknai sendiri tentang apa arti penting sejarah berdirinya tanah air kita, Indonesia. Tapi ingatlah pesan Bung Karno, jas merah (jangan suka melupakan sejarah). Sebab, dengan sejarah kita jadi bisa tahu peta masa lalu yang terkubur untuk mengupulkan pengetahuan ke depannya. Jika tidak mengerti sejarah, kita tak mungkin dapat hidup hingga detik ini dan seterusnya, karena kita buta pengetahuan.
Jika kita mengacu pada KBBI, merdeka berarti bebas (dari perhambaan, penjajahan dan sebagainya); berdiri sendiri; dan tidak terikat. Sedangkan kemerdekaan bermakna keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebebasan. Dalam Pembukaan (Preambule) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Tujuan maupun cita-cita bangsa Indonesia sudah jelas, tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat.
Apakah merdeka hanya yang didengungkan oleh Bung Karno dalam pidatonya tanggal 17 Agustus 1945 yang biasa kita sebut dengan proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia? Apa makna merdeka di zaman milenial seperti sekarang ini? Merdeka tak sampai di sini saja. Bukti kemerdekaan sejati masih banyak yang mencarinya. Merdeka yang seperti apa? Merdeka yang bagaimana? Masih relevan kah kata “merdeka” melihat realita yang sesungguhnya?
Hingga saat ini, banyak dari diri kita yang belum merdeka. Kita masih terjajah, terjajah dengan ego sendiri. Terkalahkan oleh ambisi. Tak dapat mengontrol emosi.
Masa bodoh dengan keadaan orang lain, tak peduli orang lain telah memasukkan sesuap nasi dalam perutnya atau belum, yang terpenting perut kita kenyang dulu. Tak peduli teman atau pun tetangga kita kesusahan karena tak punya uang, yang terpenting diri kita bahagia dulu karena punya uang yang berlimpah. Tak peduli orang disekitar kita membutuhkan pertolongan, yang terpenting kita bisa asyik berselancar di sosial media, membuat berita “viral” agar terkenal juga tenar. Dunia teknologi semakin canggih, dunia di mana individualisme juga tumbuh semakin besar.
Individualis menjadikan sifat individual semakin berkembang. Merasa diri sendiri dapat hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain, mereka lupa bahwa sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Mari kita kembali menjadi manusia seutuhnya. Tolong menolong antar sesama. Berjuang bersama demi kemerdekaan Indonesia yang sejati.

Biografi Penulis

Zahrotul izzah, atau akrab disapa zahiz atau izzah, lahir di Pati 21 Juli 2000. Sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Program studi Ilmu Hadis. Email zahrotulizzah21@gmail.com/IG zahro_zahiz/twitter @izzah_zahrotul.

Related posts

Leave a Comment